Kamis, 08 November 2012

Hanya Mimpi

Matahari mulai tak nampakkan cahayanya, redup dan semakin redup. Bergegaslah aku berlari cepat menuju tuanku, ku serahkan sebagian besar kertas dan logam bernilai ini. Aku kembali berjalan menelusuri trotoar yang berkerikil. Kini aku sudah tiba di halaman istanaku, mulailah ku bangun istana ku, ku ambil beberapa kardus bekas dan ku tata rapi berjejer membentuk persegi panjang, ya istanaku jadi. Sepertinya sudah larut malam, suara mesin berkurang dan gemericik air kali terdengar jelas. Ku rebahkan tubuh tak berdaya ini. Dingin yang mulai menusuk nusuk tulang rusuk ku, kaku dan ngilu.

Followers

 

(c)2009 Bellavysta's blogspot. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger